Pemilu di Amerika Serikat yang Banyak Mencuri Perhatian

Pemilu di Amerika Serikat yang Banyak Mencuri Perhatian

Amerika Serikat yang merupakan salah satu negara adidaya di dunia ini sedang mengalami perhelatan akbar. Bagaimana tidak? Pemilihan Presiden tahun 2020 sedang dilakukan oleh Amerika Serikat. Pada moment yang bersejarah ini, Amerika sedang menunggu siapa sosok Presiden yang akan memimpun negara adidaya ini. Perlu diketahui, Donald Trump kembali mencalonkan dirinya menjadi Presiden untuk kedua kalinya. Di kesempatan kali ini, ia akan bersaing dengan Joe Biden. Kedua calon Presiden ini bersaing dengan amat ketat. Mereka bahkan mengklaim bahwa dirinya akan keluar menjadi pemenang dan memimpin Amerika. Suasana persaingan diantara keduanya sempat memanas akibat Trump yang menuding bahwa terjadi kecurangan perhitungan suara.

Persaingan yang terjadi antara Joe Biden dan Donald Trump mampu menarik perhatian masyarakat dunia. Tidak hanya media dunia, para pengguna media sosial pun turut meramaikan moment bersejarah ini. Twitter menjadi salah satu media sosial yang digunakan oleh masyarakat dunia guna meramaikan pemilihan Presiden di Amerika Serikat. Persaingan pemilihan Presiden yang dilakukan oleh Trump dan Biden menjadi trending topic dunia di Twitter. Hal ini tentunya menjadi pertanda bahwa masyarakat dunia memberikan perhatian ekstra pada pemilihan Presiden AS di tahun ini.

Pada kicauan para pengguna Twitter nampak dukungan kepada calon Presiden dan ejekan yang disematkan kepada salah satu calon Presiden. Pengguna Twitter memberikan dukungan dan ejekan melalui tagar yang terdapat pada media sosial berlambang burung ini. Kicauan yang dilakukan oleh pengguna sosial media ini bahkan mendapatkan ribuan likes. Dengan banyaknya likes dan kicauan yang berkaitan dengan pemilu AS, tak mengherankan jika pemilihan Presiden di Amerika mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Tagar yang berkaitan dengan calon Presiden AS juga menjadi perhatian dunia akibat isu politik yang lebih dahulu menjadi topik hangat. Tidak hanya #TrumpvsBiden, tagar Nevada menjadi topik lainnya yang mendapatkan perhatian masyarakat dunia. Hal tersebut terjadi lantaran Nevada memiliki kaitan yang erat dengan Pilpres di Amerika.

Pemilu di Amerika Serikat yang Banyak Mencuri Perhatian

Nevada merupakan salah satu negara bagian di Amerika yang dapat menjadi penentu kemenangan calon Presiden AS. Pada saat perhitungan surat suara di Nevada, Trump sempat meminta penangguhan perhitungan. Ia merasa bahwa perhitungan suara diwarnai dengan kecurangan. Apabila di Nevada Biden mendapatkan 6 suara elektoral atau memperoleh keunggulan di Pennsylvania, ia nantinya akan mendapatkan 270 suara elektoral. Perolehan ini nantinya memungkinkan Biden untuk menggeser posisi Trump di Gedung Putih. Karena dapat memberikan dampak yang cukup besar, perolehan suara di Nevada tentunya menjadi hal yang sangat penting. Tak mengherankan jika Trump menolak untuk menerima perhitungan suara yang dia raih di negara bagian Nevada.

Situasi dan kondisi di Nevada yang menegangkan membuat para pengguna media sosial turut mengeluarkan pendapatnya. Banyak yang memberikan komentar akan peristiwa yang terjadi di Nevada. Salah satu pengguna Twitter mengomentari tudingan yang dilakukan oleh Trump. Ia mengatakan bahwa tindakan Trump menyerupai alur di serial Veep. Trump yang meminta perhitungan ulang nantinya menyadari bahwa hasil perhitungan ulang kelak akan memberikan dampak buruk baginya. Pemilihan di Amerika merupakan peristiwa yang menegangan di hari ini. Meskipun terjadi pro dan kontra ketika perhitungan suara terjadi, negara bagian Nevada akan terus melanjutkan kegiatan menghitung surat suara. Dari hasil akhir perhitungan, Biden mendapatkan suara yang lebih banyak daripada Trump meskipun tipis.

Menjadi peristiwa yang banyak mendapat sorotan, timbul banyak penilaian akan pemilihan Presiden di Amerika. Warga asing bahkan menilai bahwa perdebatan yang dialami oleh Trump dan Biden menyerupai perdebatan yang terjadi di antara Jokowi dan Prabowo ketika pemilihan Presiden Indonesia terjadi. Seorang pengamat mengatakan bahwa Pilpres AS menyerupai politik di Indonesia. Cuitan yang berasal dari Lipson tersebut memperoleh reaksi dari seorang dosen asal Australia bernama Ross Tapsell. Ia mengatakan Pilpres AS tidak bisa dikatakan serupa jika Trump belum menjadi seorang Menteri Pertahanan apabila Pilpres di Amerika dimenangkan oleh Biden.

Hingga kini, posisi Joe Biden menduduki posisi teratas menurut hasil survei AP. Ia mendapatkan 264 electoral collage. Perolehan tersebut bahkan hampir membuat peta Nevada berawarna biru pekat. Posisi di atas angin ini berhasil Biden raih setelah meraih dukungan di negara bagian Michigan dan Wisconsin. Donal Trump yang merupakan saingannya hingga kini mendapatkan 214 electoral collage. Ia unggul sementara di empat negara bagian Amerika Serikat yakni Alaska, Pennylvania, Georgia dan North Carolina. Untuk memenangkan pemilihan Presiden, Biden hanya membutuhkan enam electoral collage saja. Nevada menjadi negara bagian yang dapat mendukung Biden menjadi seorang Presiden. Jika ditelisik lebih jauh, Nevada memiliki 6 suara elektoral. Jika ia memenangkan di daerah ini, maka ia berhasil mendapatkan 270 suara elektoral di seluruh negara bagian Amerika.

Scroll to top