Open post
Resesi Ekonomi yang Dilanda oleh Tanah Air

Resesi Ekonomi yang Dilanda oleh Tanah Air

Dampak dari virus Corona masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus diatasi dengan segera mungkin. Virus yang gejalanya serupa dengan gejala influensa ini telah memakan banyak korban. Tidak hanya dunia, korban berjatuhan juga berasal dari tanah air. Guna menekan jumlah korban, pemerintah mencanangkan PSBB. Para pekerja bekerja di rumah dan hanya diperbolehkan pergi ke kantor pada waktu-waktu tertentu saja. Corona tidak hanya menyebabkan aktifitas pekerja terganggu tetapi juga mematahkan mata pencaharian masyarakat. Akibat Corona, banyak pekerja yang dirumahkan sehingga mereka tidak lagi mendapatkan pendapatan yang serupa seperti biasanya. Kejadian ini tentunya akan berdampak pada perekonomian tanah air.

Resesi Ekonomi yang Dilanda oleh Tanah Air

Menurut Badan Pusat Statistik atau BPS, pertumbuhan ekonomi tanah air di kuartal III mengalami penurunan sebesar 3,49%. Dampaknya, Indonesia mengalami resesi ekonomi. Pada kuartal II sebelumnya, tanah air juga mengalami kontraksi sebanyak 5,23%. Dari data inilah, Indonesia secara resmi mengalami resesi ekonomi. Negara yang mengalami resesi ekonomi tentunya akan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat. Dampak langsung yang paling terasa oleh masyarakat adalah pendapatan masyarakat yang akan berkurang. Penurunan pendapatan biasanya akan dialami oleh kalangan menengah dan kalangan bawah. Jangan terkejut jika jumlah orang miskin di tanah air akan bertambah.

Selain jumlah pendapatan yang berkurang, dampak lainnya dari resesi ekonomi adalah pedesaan yang beralih fungsi sebagai tempat dimana pengangguran bermukim. Mereka pada umumnya berasal dari daerah industri yang mengalami PHK massal. Angkatan baru akan kesulitan bersaing di lapangan kerja. Hal ini terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan yang ada. Jika pun ada, perusahaan akan memilih karyawan baru yang memiliki banyak pengalaman. Resesi ekonomi akan memiliki kebiasaan untuk berhemat. Masyarakat berusaha kuat untuk menahan diri membeli barang-barang tersier maupun barang sekunder. Masyarakat lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokok dan jaminan kesehatan. Yang lebih parah, resesi ekonomi dapat menyebabkan konflik sosial mengalami peningkatan. Orang kaya yang memiliki harta melimpah dapat terus bertahan karena memiliki aset yang cukup.

Masyarakat kelas menengah dapat mengalami kemiskinan. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan yang mereka miliki tidak semuanya mereka lakukan di rumah. Pada saat yang bersamaan, pendapatan masyarakat akan mengalami penurunan. Pada akhir bulan Agustus lalu, jumlah pengangguran di tanah air mengalami peningkatan sebanyak 2,67 orang. Jumlah pengangguran yang bertambah tersebut membuat total pengangguran di tanah air berjumlah 9,77 juta orang. Meskipun demikian, ada beberapa sektor yang masih membutuhkan tenaga kerja. Menurut Kecuk Suhariyanto selaku kepala BPS mengatakan sektor pertanian, perdagangan dan industri olahan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pertanian membutuhkan tenaga kerja hingga 29,76%, industri olahan sebanyak 13,61% dan perdagangan sebesar 19,23%. Karena pandemi Covid-19 ini permintaan ketiga sektor ini mengalami pergeseran.

Meskipun Indonesia mengalami resesi ekonomi, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pemulihan ekonomi tanah air sekarang ini berjalan ke arah yang positif. Perbaikan ekonomi Indonesia didorong oleh peran instrumen APBN dan stimulus fiskal. Pada kuarta III tahun 2020, penyerapan belanja tanah air mengalami peningkatan. Pada akhir bulan September lalu, tercatat mengalami pertumbuhan hingga 15,5%. Pertumbuhan ini mendapatkan dukungan dari usaha kecil mikro dan realisasi bantuan sosial. Konsumsi pemerintah bertambah hingga 9,8% dan membuat perbaikan ekonomi di kuartal III nampak lebih jelas.

Kepala BPS mengatakan bahwa konsumsi atau pengeluaran pemerintah merupakan satu-satunya penompang ekonomi negara pada kuartal III di tahun 2020. Komponen yang menyumbangkan PDB atau Produk Domestik Bruto hanya memberikan bantuan yang sedikit dan tergolong masih negatif. Konsumsi pemerintah yang mengalami peningkatan sebesar 9,76% membantu kondisi perekonomian tanah air. Jika dibandingkan dengan kuartal II lalu, konsumsi pemerintah hanya -6,9%. Pada saat ini posisi dan peranan pemerintah mengalami kebalikan. Pemerintah mengalami peningkatan yang tinggi dan memuatnya menjadi penompang perekonomian negara yang pertama.

Meskipun Indonesia mengalami resesi ekonomi, perekonomian Indonesia dirasa lebih baik jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Filipina dan India. Malaysia mengalami kontraksi ekonomi sebesar – 17%, Singapura -13%, India -23,9% dan Filipina sebesar -16%. Dalam menghadapi resesi ekomomi, pemerintah tidak tinggal diam. Ada beberapa instrumen yang dipersiapkan oleh pemerintah dan diharapkan perekonomian Indonesia dapat bangkit kembali. Pemulihan ekonomi tanah air memiliki harapan yang cukup besar. Pemerintah akan melakukan perbaikan harga pada beberapa produk tertentu. Pada bulan Mei dan bulan Juni, harga kelapa sawit terus mengalami peningkatan. Dengan perbaikan harga yang dilakukan oleh pemerintah, harga kelapa sawit telah pulih kembali. Dalam memulihkan perekonomian negara, pemerintah juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta. Bantuan ini dapat mengurangi kemungkinan negara mengalami resesi ekonomi.

Scroll to top